Hanami lebih dari kegiatan memandang bunga karena sakura menjadi pusat momen berkumpul. Tradisi ini mencakup piknik dengan menggelar tikar dan makan-makan di bawah pohon sakura, sementara mekarnya bunga menandai tibanya musim semi dan melambangkan kebahagiaan atas datangnya musim tersebut [1].
Sakura sebagai penanda musim
Dalam hanami, bunga dan musim semi hadir dalam satu pengalaman: sakura dinikmati sebagai pemandangan sekaligus penanda pergantian musim. Itulah yang memberi kegiatan ini suasana khas—bukan hanya melihat bunga, tetapi juga menyambut momen ketika musim semi tiba [1].
Waktu mekar ikut menentukan momen hanami
Waktu menikmati sakura berkaitan dengan kondisi mekarnya di suatu tempat. Uraian tentang hanami menyebut momen itu berlangsung ketika semua pohon sakura di lokasi tersebut telah mekar. Di Jepang, sakura umumnya mekar dari akhir Maret hingga awal April, dengan pengecualian Okinawa dan Hokkaido [1].
Pergerakan mekarnya bunga diperkirakan melalui garis depan bunga sakura, atau sakurazensen. Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang menangani cuaca [1]. Dengan demikian, hanami juga mengikuti perubahan musim yang bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, bukan sekadar memilih hari untuk melihat bunga.
Tikar dan makan-makan memberi hanami bentuk sebagai kegiatan bersama, sedangkan sakura menjadi pusat perhatian dan penanda waktunya. Perpaduan itulah yang membuat tradisi ini lebih luas daripada melihat bunga yang sedang mekar [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Hanami. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29966700&title=Hanami (diakses 2026-10-02).